Ahad, 4 September 2016

KHASIAT BUNGA ALLAMANDA




KLASIFIKASI BUNGA ALAMANDA

Kingdom                     : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom                : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi                : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                           : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas                    : Asteridae
Ordo                            : Gentianales
Famili                          : Apocynaceae
Genus                          : Allamanda
Spesies                        : Allamanda cathartica L.

DESKRIPSI BUNGA ALAMANDA
            Bunga Alamanda atau dalam bahasa ilmiah Allamanda cathartica merupakan tanaman hias ini juga sering disebut dengan nama Terompet Emas (golden terumpet), bunga lonceng kuning (Yellow Bell), atau bunga buttercup (Buttercup Flower).
            Berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dan banyak juga ditemukan di Brazil di mana bunga ini umum digunakan sebagai hiasan karena bentuknya sendiri yang indah. Bunga Alamanda ini termasuk ke dalam suku Apocynaceae, Alamanda pada umumnya berwarna kuning dan memiliki 3 spesies  utama, yakni: spesies Allamanda Nerrifolia berwarna kuning cerah, Allamanda Cathartica berwarna Kuning, dan Allamanda Purpureceae berwarna kuning keunguan. Hasil budidaya Alamanda saat ini menghasilkan warna yang lebih bervariasi seperti putih, orange, ungu atau merah muda. 
Tanaman ini termasuk ke dalam golongan perdu berkayu dengan tinggi yang dapat mencapai 2 meter. Tanaman ini bersifat evergreen (hijau sepanjang tahun). Batangnya yang sudah tua akan berwarna coklat karena pembentukan kayu, sementara tunas mudanya berwarna hijau. Daunnya berbentuk hijau lancip ke ujung dengan permukaan kasar dengan panjang 6 - 16 cm, yang berkumpul 3-4 helai. Bunga Alamanda berwarna kuning bentuknya seperti terompet dengan diameter 5-7,5 cm, dan memiliki aroma yang harum. Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai +/- 4 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, terkulai, warna hijau, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau, bentuk jorong, panjang 5 - 15 cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tebal, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, bergetah Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di ketiak daun dan ujung batang, mahkota berbentuk corong (infundibuliformis) - berwarna kuning, panjang mahkota 8 - 12 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus) Buah kotak (capsula), bulat, panjang +/- 1,5 cm, bentuk dengan biji segitiga, berwarna hijau pucat saat muda - setelah tua menjadi hitam Perbanyaan Generatif (biji), Vegetatif (stek)

Bunga ini dapat ditemukan di daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun. Suhu -1 derajat celsius dapat mematikan tanaman ini, karena bunga alamanda ini memiliki karakteristik yang sangat sensitif terhadap suhu dingin..Di alam liar, tanaman ini tumbuh di sepanjang tebing dan alam terbuka.

KHASIAT BUNGA ALAMANDA UNTUK KESEHATAN.
Selain memiliki bentuk dan warna yang cantik, Bunga Alamanda ini memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun dan bunga untuk pengobatan.
·         Daun Alamanda memiliki kandungan  alkaloida (senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan). Daunnya digunakan untuk penawar racun dan dipakai sebagai ramuan herbal untuk penyakit bisul atau abses, eksim, dan kurap. Rasa daun bunga alamanda ini pedas, pahit, berkhasiat laksatif (pencahar) dan penyebab muntah (emetik).
·         Kulit batang dan buahnya mengandung saponin
·         Kulit batangnya mengandung tannin
·         Buahnya mengandung flavonoida (senyawa kimia aktif yang dijadikan sebagai obat penyakit hati) dan polifenol (zat kimia yang memiliki sifat antioksidan).
·         Getah bunga alamanda yang berwarna putih memiliki sifat anti bakteri dan juga antibiotik sehingga dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri.
·         Bunga ini juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa, serta dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kuning.
CARA PENYAJIAN BUNGA ALAMANDA UNTUK KESEHATAN
·         Penawar racun. Caranya : cukup sediakan 15 gram daun bunga alamanda segar cuci bersih dan rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit hingga mendidih, dinginkan dan minumlah air rebusan daun bunga alamanda ini 2x sama banyak dengan selang satu jam.
·         Mematikan belatung dan jentik nyamuk.  Dan bagian dari tanaman ini yang digunakan adalah getah dari batang bunga alamanda.
·         Obat bisul dan kurap. Cukup cuci bersihdan tumbuk halus bunga alamanda dan balurkan pada bagian yang terkena bisul tersebut.
·         Mengatasi sembelit. Seduh daun alamanda, kemudian minum.
·         Obat Disentri, batang tanaman bunga alamanda ini keras dan bergetah yang bisa dimanfaatkan untuk penyakit disentri
·         Obat Penyakit Kuning. Bukan hanya batang, daun dan bunganya saja, tapi akar bunga alamanda ini juga memiliki manfaat untuk pencegahan penyakit kuning.
                                          
MENANAM KEMBANG ALAMANDA DI TAMAN
Memperbanyak Tanaman alamanda bisa dengan cara:
·         Menyetek batangnya. Alamanda tanaman yang memiliki banyak getah, untuk penyetekan batang sebelum dtanam di media usahakan getahnya sudah mengering dulu, kemudian olesi ujung stek dengan fungisida gunakan bahan media yang bersifat poros (jika disiranMair cepat menghilang)

·         Mencangkok. umumnya mencangkok alamanda lebih mudah dibanding menyetek. Bunga alamanda, adalah bunga yang berwarna kuning (umumnya yang kita jumpai adalah kuning), indah berbentuk seperti terompet, dan mampu berbunga terus menerus sepanjang taun, dan batang tanaman ini keras dan bergetah. Penggemar fanatik Bunga ini kebanyakan mempunyai kepercayaan bahwa tanaman berbunga kuning ini bisa dipakai sebagai penolak bala jika ditanam dihalaman rumah.
Karena tumbuhnya bisa merambat yakni bisa mencapai ketinggian 3-8 meter, maka bunga alamanda ini banyak ditanam untuk mempercantik dinding.Alamanda sendiri berasal dari brasil dan diperkenalkan oleh Allamond, seorang doctor dari Belanda, seabad yang lalu. Di pedesaan, tanaman ini biasanya hanya tumbuh liar dan bilapun ditanam hanya sebagai pagar saja.Bunga Alamanda sangat mudah di tanam di mana saja, sebab dia mudah menyesuaikan diri dengan segala keadaan. Sistem yang paling tepat buat menanam kembang ini ialah dengan stek. Karena kalau menggunakan biji, selain butuh waktu yang lama alamanda juga sporadis mengeluarkan biji dari bunganya. Lokasi yang paling bagus buat menanam kembang alamanda ialah di bagian pinggir taman. Karena tanaman ini batangnya tak dapat berdiri tegak dan terus menjalar. Sehingga tembok yang ada dapat dijadikan buat sandaran. Selain itu bila diletakan di tengah taman juga tak bagus, sebab ukurannya yang tinggi, sehingga justru dapat mengganggu pemandangan.
Di beberapa taman kota, kembang ini juga ditanam di pinggir jalan, namun dengan menggunakan dawai yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat dipakai sebagai atap peneduh jalan. Karena ketika sudah tumbuh, batang dan daunnya akan menjalar dan menutupi semua dawai nan dipasang di atas secara berjajar dan menyilang. Sedangkan bila di komplek perumahan, kembang ini sering diletakkan di bagian pintu gerbang sebelah pinggir atau tengah dekat pos keamanan. Fungsinya juga sama.

PERAWATAN KEMBANG ALAMANDA
Bunga alamanda mudah tumbuh dan perkembangannya dapat cepat, terutama ketika musim hujan. Sehingga pada waktu ini pemangkasan harus sering dilakukan agar tumbuhnya tetap teratur dan rapi. Selain itu kembang alamanda juga tak mengenal musim. Jadi dia akan berbunga secara terus menerus sepanjang tahun. Bila rajin dilakukan pemotongan, maka dia juga akan lebih sering mengeluarkan bunga. Apalgi ketika dia berada di loka nan dapat terkena sinar matahari secara penuh, terutama di waktu pagi dan sore.

Bunga alamanda ialah termasuk kembang yang kebutuhan airnya cukup banyak. Jadi ketika musim panas tiba, sebaiknya tetap lebih rajin di siram agar tak kekeringan dan mati. Sedangkan di musim hujan tanaman ini tak perlu disiram, sebab sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Pohon alamanda daunnya juga lebat. Kadangkala, sebab begitu rimbun ketika sudah kering tak langsung jatuh ke tanah, namun jatuh disela-sela batangnya. Di sini daun dapat menjadi busuk. Hal ini juga perlu mendapat perhatian. Karena bila tak segera diambil dapat memunculkan jamur atau memunculkan hama bekicot atau binatang lain yang membuat kembang alamanda tak dapat tumbuh sehat. Selain itu juga dapat bikin kotor dan merusak pemandangan


14 Manfaat Bunga Alamanda

Bunga alamanda cukup familiar dengan kecantikannya. Salah satu kekayaan flora dari Amerika Tengah dan Selatan ini memang paling banyak anda temui di Brazil. Allamanda cathartica memang biasa di gunakan sebagai lambang kecantikan. Banyak orang menggunakannya sebagai tanaman hias. Dengan kelopak warna kuning dan bentuknya yang memanjang, tak heran banyak pula orang menyebutnya dengan nama “terompet emas” atau bunga “lonceng kuning”. Bahkan beberapa orang di kawasan tertentu memanggilnya dengan nama bunga butter cup. Aromanya yang harum, tentu saja banyak yang menyukainya.

Gaya hidupnya hanya mampu bertahan di tempat yang cukup banyak terkena paparan sinar matahari, lalu curah hujan dan kelembaban yang tinggi pula. Salah satu sifat sensitifnya adalah tidak mampu bertahan dalam cuaca dingin, bahkan suhu -1 derajat celcius sudah mampu untuk membunuhnya.

Kandungan Zat dalam Bunga Alamanda

Di dalam daun bunga alamanda memiliki senyawa basa yang mengandung nitrogen. Sifatnya heterosiklik dan cukup banyak. Kandungan ini dinamakan sebagai alkaloida. Selain daun, ternyata juga terdapat saponin di dalam buah bunga alamanda. Bukan hanya itu, di kulit bunga alamanda terdapat pula saponin serta tannin. Bagian paling mujarab adalah di buah bunga alamanda, yakni terdapat salah satu zat kimia yang cukup aktif untuk membantu menyembuhkan penyakit hati, yakni adanya kandungan flavonoida. Juga terdapat manfaat antioksidan di dalam polifenol yang terletak pada buahnya.

Berikut ini manfaat bunga alamanda bagi kehidupan :

1. Menyembuhkan penyakit hati – Penyakit hati dapat anda sembuhkan dengan buah yang ada pada bunga alamanda. Hal ini di sebabkan karena di dalamnya terdapat kandungan flavonoida yang merupakan senyawa aktif. Penderita penyakit kuning bisa di obati dengan menggunakan alamanda. Manfaatkanlah bagian akar alamanda yang khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit ini.Herbal lainnya yang bisa mengatasi penyakit hati, yaitu :

2. Menetralkan radikal bebas – Radikal bebas memang sedang gencar gencarnya saat ini menghantui masyarakat. Bagaimana tidak, efeknya bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit kanker. Maka untuk menetralkan radikal bebas yang ada di udara, dapat menggunakan buah dari bunga alamanda. Di dalamnya terdapat kandungan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan.

3. Mempercantik interior – Bunga alamanda terkenal sebagai salah satu bunga yang cukup cantik. Cobalah untuk memasukannya dalam vas ruang tamu anda. Saya yakin interior desain ruang tamu akan semakin menarik untuk di pandang.

4. Aktif membunuh bakteri – Bagian getah dari bunga alamanda juga bisa di gunakan untuk membunuh bakteri. Kandunganya terdapat zat yang bersifat anti bacterial. Hal ini akan meminimalisir anda untuk terkena bakteri yang memicu penyakit. Herbal lainnya yang bekerja membunuh kuman yakni :

5. Mengobati penyakit kulit – Daun bunga alamanda cukup berguna juga sebagai obat untuk penyakit kulit. Misalnya adalah bisul, abses, eskim, serta kurap dan kudisan. Hal ini di sebabkan adanya zat antibakteri yang mampu membunuh kuman dan bakteri jahat yang membuat penyakit kulit tersebut. Caranya adalah :

cuci bersih daun yang akan di gunakan
Lalu di tumbuk sampai halus
Kemudian anda oles dan balurkan di bagian kulit yang terkena penyakitnya
Ulangi untuk hari hari berikutnya sampai luka membaik.
6. Mengobati komplikasi limpa – Penyakit komplikasi yang menyerang limpa tentu juga sangat berakibat buruk untuk sistem imun anda. oleh sebab itu harus segera di atasi. Salah satu caranya adalah dengan bunga alamanda.

7. Memiliki zat antibiotik

Bukan hanya mengandung zat antibakteri, namun getah di bunga alamanda juga terdapat zat antibiotik. Hal ini sangat baik untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh dan menjaga diri anda tetap dalam keadaan baik . Zat antibiotik ini juga terdapat pada :

8. Mengurangi pembengkakan – Bunga alamanda juga di gunakan sebagai penangkal untuk mengurangi pembengkakan pada limpa. Antibiotik juga cukup berperan di sini. Sebab ketika pembengkakan menjadi besar, baik sakit ataupun tidak sakit di khawatirkan ada jaringan tumor ganas yang berujung kanker. Hal ini memicu terjadinya kanker kelenjar getah bening.




9. Mematikan jentik nyamuk – Anda cukup lelah untuk mengatasi jentik nyamuk yang bersarang di dapur basah dan kamar mandi anda? cobalah untuk menggunakan getah dari batang alamanda. Hal ini bisa membuat jentik nyamuk tersebut mati dan mengurangi nyamuk di rumah anda.

10. Obat pencahar alami – Beberapa orang menginginkan kurus sehingga mereka terpaksa mengkonsumsi obat pencahar. Hal ini berguna untuk memuntahkan segala yang ada di dalam perut agar tetap terlihat langsing. Bunga alamanda memiliki rasa pahit dan pedas yang bersifat laktasit. Cukup ampuh untuk membuat anda muntah. Obat pencahar alami lainnya terdapat pada :

11. Obat sembelit – Alamanda juga ampuh mengatasi dan melancarkan gangguan pencernaan. Salah satunya adalah sembelit. Cukup untuk menyeduh daun alamanda. Setelah itu anda konsumsi air seduhan untuk membantu mengatasi sembelit.

12. Obat terkena racun – Bagian daun bunga alamanda juga sangat baik untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh anda. khasiatnya mamppu membuat racun tidak aktiv. Caranya dengan merebus 15 daun bunga alamanda yang sudah di cuci bersih selama 15 menitan. Setelah di rebus, tunggulah sampai dingin. Bagi menjadi 2 gelas air rebusan daun alamanda. Konsumsilah satu gelas, lalu berselang satu jam untuk gelas ke dua.

13. Mengobati disentri – Disentri juga dapat di sembuhkan dengan alamanda. Manfaatkanlah bagian batang daun alamanda. Obat disentri lainnya juga bisa menggunakan herbal :

14. Membantu menurunkan demam – Demam memang menjadikan seluruh tubuh anda panas. Salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh yang sedang demam adalah menggunakan daun alamanda. Caranya adalah dengan merebus daunnya lalu masukan air rebusan di dalam baskom. Gunakanlah uapan tersebut untuk menguapi tubuh yang demam.
Selain memiliki bentuk dan warna yang cantik, Bunga Alamanda ini memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun dan bunga untuk pengobatan.
Daun Alamanda memiliki kandungan  alkaloida (senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan)
Kulit batang dan buahnya mengandung saponin
Kulit batangnya mengandung tannin
Buahnya mengandung flavonoida (senyawa kimia aktif yang dijadikan sebagai obat penyakit hati) dan polifenol (
zat kimia yang memiliki sifat antioksidan).
Manfaat lainnya yaitu getah bunga alamanda yang berwarna putih memiliki sifat anti bakteri dan juga antibiotik sehingga dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. Bunga ini juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa, serta dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kuning.

Daunnya digunakan untuk penawar racun dan dipakai sebagai ramuan herbal untuk penyakit bisul atau abses, eksim, dan kurap. Rasa daun bunga alamanda ini pedas, pahit, berkhasiat laksatif (pencahar) dan penyebab muntah (emetik).

Khasiat Bunga Alamanda untuk Kesehatan
Penawar racun. Caranya : cukup sediakan 15 gram daun bunga alamanda segar cuci bersih dan rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit hingga mendidih, dinginkan dan minumlah air rebusan daun bunga alamanda ini 2x sama banyak dengan selang satu jam.
Mematikan belatung dan jentik nyamuk.  Dan bagian dari tanaman ini yang digunakan adalah getah dari batang bunga alamanda.
Obat bisul dan kurap. Cukup cuci bersihdan tumbuk halus bunga alamanda dan balurkan pada bagian yang terkena bisul tersebut.
Mengatasi sembelit. Seduh daun alamanda, kemudian minum.
Obat Disentri, batang tanaman bunga alamanda ini keras dan bergetah yang bisa dimanfaatkan untuk penyakit disentri
Obat Penyakit Kuning. Bukan hanya batang, daun dan bunganya saja, tapi akar bunga alamanda ini juga memiliki manfaat untuk pencegahan penyakit kuning.


Rabu, 31 Ogos 2016

KHASIAT AKAR TARUM



Akar Tarum



Nama Saintifik:       Marsdenia tinctoria r. br
Nama Lain:              Renggat padi, renggat akar, taroem akar, akar tarum, tarum hutan, pokok nila, payangit
Famili:                       Apocynaceae
Lokasi Dijumpai:    Tumbuh liar disemak dan belukar.
Asal:                          

KETERANGAN:
Tarum dan akar tarum adalah dua jenis tumbuhan yang berbeza. Akar tarum ialah sejenis tumbuhan memanjat (liana) , berbatang berkayu . Kedua-duanya digunakan untuk menghasilkan warna indigo pada kain. Akar tarum mempunyai daun yang berbentuk bujur. Pembuatan kain pua kumbu di Sarawak menggunakan warna ungu tua (indigo dari akar tarum) dan ianya selalu ditanam di halaman rumah panjang


________________________________________________
Common Name:      
Botanical Name:       Marsdenia tinctoria r. br
Other Name:              Renggat padi, renggat akar, taroem akar, akar tarum, tarum hutan, pokok nila, payangit
Family:                        Apocynaceae

Kegunaan

Walaupun tumbuhan ini mempunyai banyak khasiat perubatan namun ia lebih popular digunakan sebagai pewarna terutamanya pewarna pakaian.

Akarnya juga digunakan untuk mengubat demam.Kayu, akar dan daunnya digunakan untuk mengubati rheumatik dan oedema.

Digunakan di bangladesh untuk menggugurkan kandungan

KHASIAT AKAR SERATUS


Tambah kapsyen
























Nama Tempatan: Akar Seratus Nama Lain: Nyior Lembah, Bujang Hilir Nama Saintifik: Peliosanthes teta Famili: Convallariaceae Akar seratus adalah sejenis 

tumbuhan herba berumpun yang tidak berbatang dan tumbuh liar di kawasan hutan. Daunnya jenis tunggal, terletak dalam susunan padat pada pangkal batang, berbentuk bujur memanjang, dengan bahagian hujung yang tajam. Daun keluar dari pangkal batang, urat daun yang memanjang jelas kelihatan dan berwarna hijau tua. Bunganya jenis majmuk, jambak bunga keluar dari tangkai yang panjang berwarna hijau. Buahnya berjambak, berbentuk bujur dan berwarna hijau. Kegunaan: -Air rebusan akarnya diminum untuk merawat tenaga batin dan ubat periuk untuk ibu selepas bersalin.



KHASIAT POKOK PISANG



Sinonim
M. sapientum L.
Nama daerah
Jawa : Cau, gedang, pisang, kisang, ghedhang, kedhang, pesang, pisah. Sumatera : pisang, galuh, gaol, punti, puntik, puti, pusi, galo, awal pisang, gae. Kalimantan : harias, peti, pisang, punsi, pute, puti, rahias. Nusa Tenggara : Biu, pisang, kalo, mutu, punti, kalu, muu, muko, busa, wusa, huni, hundi, uki. Sulawesi : Tagin, see, lambi, lutu, loka, unti, pepe, sagin, punti, uti. Maluku : fudir, pitah, uki, temai, seram, kula, uru, temae, empulu, fust, flat, tela, tele, luke. Irian : nando, rumaya, pipi, mayu.
Nama asing
Xiang jiao (C), kluai namwaa (T), banana, plantain (I).
Nama simplisia
Musae Radix (akar pisang), Musae Fructus (buah pisang).
Uraian tumbuhan
Tanaman pisang tumbuh didaerah tropic karena menyukai iklim panas dan memerlukan sinar matahari penuh. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah yang cukup air, pada daerah dengan ketinggian sampai 2.000 m dpl. Umumnya, pisang merupakan tanaman pekarangan, walaupun di beberapa daerah sudah diperkebunkan untuk diambil buahnya.

Pisang merupakan tanaman yang berbuah hanya sekali, kemudian mati. Tingginya antara 2-9 m, berakar serabut dengan batang bawah tanah (bonggol) yag pendek. Dari mata tunas yang ada pada bonggol inilah bisa tumbuh tanaman baru. Pisang mempunyai batang semu yang sebenarnya tersusun atas tumpukan pelepah daun yang tumbuh dari batang bawah tanah sehingga mencapai ketebalan 20 -50 cm. daun yang paling muda terbentuk dibagian tengah tanaman, keluarnya menggulung dan terus tumbuh memanjang, kemudian secara progresif membuka. 

Helaian daun bentuknya lanset memanjang, mudah koyak, panjang 1,5-3 m, lebar 30-70 cm, permukaan bawah berlilin, tulang tengah penopang jelas disertai tulang daun yang nyata, tersusun sejajar dan menyirip, warnanya hijau. Pisang mempunyai bunga majemuk, yang tiap kuncup bunga dibungkus oleh seludang berwarna merah kecoklatan. Seludang akan lepas dan jatuh ketanah jika bunga telah membuka. Bunga betina akan berkembang secara normal, sedang bunga jantan yang berada di ujung tandan tidak berkembang dan tetap tertutup oleh seludang dan disebut sebagai jantung pisang. Jantung pisang ini harus dipangkas setelah selesai berbuah. 

Tiap kelompok bunga disebut sisir, yang tersusun dalam tandan. Jumlah sisir betina antara 5-15 buah. Buahnya buah buni, bulat memanjang, membengkok,tersusun seperti sisir dua baris, dengan kulit berwarna hijau, kuning, cokelat. Tiap kelompok buah atau sisir terdiri dari beberapa buah pisang. Berbiji atau tanpa biji. Bijinya kecil, bulat dan warnanya hitam.
Buahnya dapat dipanen setelah 80-90 hari sejak keluarnya jatung pisang. 

Karena buklan buah musiman, buah pisang selalu ada setiap saat. Buah pisang kebanyakan dimakan segar, dikolak, dikukus, atau diolah lebih lanjut menjadi pisang selai, keripik, atau tepung pisang. 

Yang termasuk kelompok pisang buah meja adalah Musa sapientum (banana) karena lebih enak dimakan segar, sep[erti pisang ambon, ambon lumut, raja, raja sereh, mas, susu dan barangan. Kelompok pisag yang lebih enak dimakan setelah diolah terlebih dahului adalah Musa paradisiacal (plantain). Misalnya, pisang tanduk, oli, nangka, kapas, batu, dan kapok. Jantung pisangnya dapat dimakan sebagai sayuran. Daun pisang, terutama daun pisang batu digunakan untuk pembungkus kue, pepesan, atau barang jualan lainnya. Batang semunya dan buah pisang kadang dikaitkan dengan upacara tradisional.

Ada beberapa pendapat orang-orang tua terdahulu tentang buah pisang. Misalnya, pisang raja kurang cocok untuk lambung lemah dan hatinya sukar dicerna sehingga jangan diberi pada anak-anak. Pisang ambon menyejukan, membersihkan badan, dan memperlancar buang air besar. Jika dimakan, pisang ini akan mencegah perdarahan setelah melahirkan. Namun, perempuan dengan penyakit keputihan harus menghindari makan pisang ambon karena akan memperberat penyakitnya. Pisang susu mudah dicerna sehingga baik diberikan pada anak-anak, tetapi jangan dimakan jika buang air besar mengandung lendir. Pisang mas cocok dimakan oleh penderita sembelit.  Perbanyakan dengan anakan.

Sifat dan Khasiat
Buah pisang rasanya manis, sifatnya dingin, astringen. Memelihara Yin, melumas (lubricate) usus, penawar racun, penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), laksatif ringan.akar berkhasiat sebagai penawar racun, pereda demam (antipiretik), mendinginkan darah, antiradang, dan peluruh kencing.hati batang pisang berkhasiat penurun panas dan untuk perawatan rambut. Cairan dari bonggol mengatasi infeksi saluran kencing, menghentikan perdarahan (hemostatik), penurun panas (antipiretik), serta penghitam dan mencegah rambut rontok. Buah muda dan akar berkhasiat astringen. Buah muda berkhasiat antidiare, antidisentri, dan untuk pengobatan tukak lambung.

Kandungan Kimia
Akar mengandung serotonin, norepinefrin, tannin, hidroksitriptamin, dopamine, vitamin A, B dan C. Buah mengandung flavonoid, glukosa, fruktosa, sukrosa, tepung, protein, lemak, minyak menguap, kaya akan vitamin (A, B,C dan E), mineral (kalium, kalsium, fosfor, Fe), pectin, serotonin, 5-hidroksi triptamin, dopamine, dannoradrenalin. Kandungan kalium pada buah pisang cukup tinggi yang kadarnya bervariasi tergantung jenis pisangnya. Buah muda mengandung banyak tanin.

Bagian yang digunakan
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah akar, buah, kulit buah, bonggol, hati batang pisang, bunga, dan daunnya.

Indikasi
Akar pisang digunakan untuk mengatasi :
Sesak napas (asma),
Air kemih (urin) mengandung darah, dan
Penyakit kulit.
Cairan dari bonggol digunakan untuk mengatasi :
Berak darah karena panas dalam,
Disentri, diare,
Wasir berdarah,
Perdarahan setelah melahirkan (perdarahan nifas),
Pembersih sehabis melahirkan,
Rambut rontok dan beruban,
Radang ginjal, sifilis, dan
Digigit ular berbisa.
Daun yang masih tergulung digunakan untuk mengatasi :
Tapal dingin pada kulit yang bengkat atau lecet,
Disentri,
Haid terlalu banyak,
Mimisan dan perdarahan lainnya,
Radang tenggorok,
Radang otak (Epidemic encephalitis),
Keputihan (leukorea), dan
Batuk, sakit dada seperti bronchitis,
Rambut tipis.
Buah digunakan untuk mengatasi :
Berak darah, batuk darah,
Diare, disentri, tukak lambung (buah muda),
Kurang darah (anemia),
Panas disertai sukar buang air besar, rasa haus, dan lemah,
Celiac disease, alergi tepungbpadi-padian,
Kulit muka kering,
Sariawan,
Menghaluskan kulit tangan dan kaki,
Sembelit (konstipasi),
Wasir (hemoroid),
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan
Keracunan alcohol kronik (alkoholisme).
Kulit pisang digunakan untuk mengatasi :
Borok yang menyerupai kanker,
Kelainan kulit pada herpes,
Ulkus ditungkai pada penyakit diabetes mellitus,
Kutil (wart),
Migren,
Hipetensi sekunder,
Rambut tipis dan jarang, dan
Luka bakar, tersiram air panas, kemerahan pada kulit (rash).
Bunga digunakan untuk mengatasi :
Mencegah perdarahan otak dan stroke.
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, konsumsi tepungbpisang sebanyak 1-2 sendok makan sebelum makan dan pada saat mau tidur. Untuk pemakaian luar, gunakan hati batang pisang untuk obat luka baru, daun pisang muda untuk menyejukkan penderita demam, mata terasa panas, dan luka bakar. Cairan bonggol untuk penyubur rambut. Giling daun, akar, atau bonggol pisang yang segar sampai halus, lalu turapkan pada kelainan, seperti bisul, radang kulit bernanah (piopdermi), erysipelas, radang telinga, luka bakar, dan bengkak.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan, tepung pisang batu yang diberikan pada tikus dapat mencegah timbulnya tukak lambung (ulcus peptic) jika tikus tersebut diberikan aspirin. Hal tersebut bisa terjadi akibat meningkatnya sekresi lendir (mucus) di lambung.

Contoh Pemakaian
Disentri
Panaskan buah pisang batu (satu buah) pada abu dapur, potong-potong, lalu giling halus. Tambahkan setengah cangkir air masak sambil diaduk merata, lalu peras dan saring. Minum air perasannya. Lakukan tiga kali sehari.
Kunyah beberapa lembar daun bunga pisang kapok, lalu telan cairannya.

Kulit muka kering
Giling pisang ambon (satu buah) sampai haluis. Tambahkan dua sendok makan minyak zaitun, lalu panaskan sebentar diatas api. Setelah dingin, oleskan secara merata pada muka yang sebelumnya sudah dibersihkan. Biarkan sampai mongering sekitar 20 menit, cuci dengan air bersih. Lakukan setiap hari sampai tampak hasilnya.

Menghaluskan kulit tangan dan kaki
Gosokkan kulit pisang bagian dalam pada bagian tangan dan kaki yang kasar dan pecah-pecah. Lakukan setiap hari.

Luka baru
Ambil seukupnya hati batang pisang klutuk yang berbentuk lilin besar secukupnya. Cuci, lalu tumbuk sampai lumat. Tempelkan pada luka dan balut. Ganti dua kali sehari.
  
Sembelit
Jika buang air besar tidak terartur setiap hari, buang air besar sukar dank eras, makanlah pisang mas 1-2 buah setiap hari secara teratur, pada malam hari sebelum tidur dan pagi sewaktu perut kosong.
   
Penyubur rambut
Untuk rambut yang halus dan kemerahan, keramaslah dengan sampo yang dibuat sendiri. Caranya, jemur kulit pisang mas (lima buah) sampai kering, lalu buat serbuk. Tambahkan satu butir telur ayam yang diambil merahnya saja dan satu cangkir air bersih, aduk merata. Gunakan untuk keramas. Setelah selesai, bilas dengan air bersih.

Penghitam dan pencegah rambut rontok
Ambil bonggol pisang yang baru ditebang secukupnya, cincang atau parut, lalu peras untuk diambil cairannya. Cara lain untuk mengambil cairan bonggol pisang yaitu dengan membuat lubang besar pada bonggol yang tertinggal didalam tanah, setelah terlebih dahulu batang pisang ditebang dekat pada pangkalnya. Bonggol ditutup agar kotoran tidak dapat masuk. Cairan bonggol akan terkumpul dengan sendirinya didalam lubang tadi. Beberapa waktu kemudian, cairan dapat disendoki dari lubang tersebut, lalu gunakan untuk membasahi rambut dan kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan setiap pagi, kepala menjadi sejuk dan rambut menjadi subur. Hamper semua jenis pohon pisang dapat digunakan, kecuali pisang susu. Cairan bonggol pisang jangan mengenai baju karena akan meninggalkan noda yang suykar hilang.

Maag
Kupas pisang klutuk yang belum masak secukupnya, iris tipis-tipis, lalu jemur sampai kering dibawah sinar matahari. Setelah kering, giling irisan tadi sampai menjadi serbuk. Cara pemakaiannya, ambil serbuk satu sendok the, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, aduk dan minum sekaligus berikut ampasnya. Lakukan tiga klali sehari, selama dua minggu. Selanjutnya, cukup minum satu kali sehari,

Wasir berdarah, berak darah, perdarahan nifas
Setelah batang semuanya ditebang, buat lubagng besar bonggol pisang yang tersisa didalam tanah. Kumpulkan cairan lubang tersebut, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari, masing-masing setengah cangkir. Akan lebih berkhasiat jika cairannya berasal dari bonggol pisang klutuk atau pisang kepok. Untuk mencegah perdarahan pada masa nifas, juga perlu makan pisang ambon secara teratur.
  
Perdarahan otak, sroke akibat perdarahan diotak
Cuci satu buah jantung pisang, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

Wasir nyeri dan berdarah setelah buang air besar
Ambil setengah sisir pisang yang setengah matang. Kukus pisang berikut kulitnya sampai lembut dalam panic tertutup. Setelah dingin, giling sampai lembut bersama kulitnya sekaligus. Makan pada pagi dan malam sebelum tidur sewaktu perut kosong, masing-masing 2-3 buah pisang kukus yang telah digiling halus.
  
Berak darah tanpa lendir
Kupas kulit tiga buah p[isang batu yang telah masak tambahkan tiga buah pisang kapok mentah beserta kulitnya yang dipotong kecil-kecil. Giling sampai lumat, lalu peras dan saring. Minum cairan yag terkumpul sehari dua kali, masing-masing setengah cangkir.
  
Demam
Alaskan daun pisang muda di atas bantal atau penderita demam berbaring di atas daun pisang muda. Daun pisang berkhasiat menyejukkan.
  
Demam disertai haus, tenggorok kering, dan sukar menelanm
Makan 1-2 buah pisang segar, lakukan tiga kali sehari.
  
Sariawan
Kupas kulit tiga buah pisang klutuk yang telah masak, lalu tambahkan tiga buah pisang klutuk mentah beserta kulitnya yang dipotong kecil-kecil. Giling semuanya sampai lumat. Campurkan dengan satu buah mengkudu yang juga telah digiling halus. Peras campuran tadi, lalu saring dan embunkan semalaman. Keesokan paginya, cairan tadi minum habis. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
  
Digigit ular berbisa
Cuci bonggol pisang raja sebesar kepalan tangan, lalu parut. Tambahkan satu sendok makan madu murni sambil diremas sampai merata. Peras dan saring, lalu minum cairan yang terkumpul sekaligus. Lakukan dua kali sehari. 
  
Radang tenggorok
Cuci bersih satu genggam akar pisang kapok, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air masak sambil diremas. Peras dan saring. Gunakan air perasannya untuk kumur (gargle). Lakukan 4-6 kali sehari, sampai sembuh.

Radang otak
Cuci akar pisang sebanyak 200 g, lalu buat jus dan minum sekaligus.
  
Radang paru
Bersihkan akar pisang sebanyak 120 g, lalu buat jus. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk merata dan minum sekaligus.

Radang ginjal, kencing terasa sakit
Tambahkan air gula secukupnya pada satu cangkir cairan yang diperoleh dari batang semu, lalu minum.

Kurang darah (anemia)
Cuci sampai bersih anak pisang kapok yang tingginya sejengkal berikut akar-akarnya, lalu parut. Tambahkan satu sendok makan air garam sambil diaduk merata, lalu peras dan saring. Minum cairan yang terkumpul sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sehat.

Pencegahan darah tinggi (hipertensi)
Potong-potong satu buah kulit pisang atau tangkai buah pisang, lalu direbus. Minum seperti teh sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir.

Darah tinggi disertai sembelit
Blender buah pisang berikut kulitnya (500 g) dan wijen hitam (15 g) dengan menambahkan air secukupnya, minum, sampai habis dalam satu hari.
  
Darah tinggi (hipertensi), pengobatan dan pencegahan
Rebus kulit pisang berikut tangkainya (30-60 g) atau akar segar (30-120 g). setelah dingin, minum airnya seperti teh. Lakukan setiap hari tiga kali. Masing-masing satu cangkir.
  
Borok yang menyerupai kanker, radang kulit pada herpes, borok dikaki
Keringkan atau bakar kulit pisang hijau sampai menjadi abu. Taburkan pada kelainan dikulit.

Hangover, alkoholisme
Rebus kulit pisang (60 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

Migren
Giling kulit pisang yang sudah matang sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan dibelakan leher, pelipis dan dahi.
  
Memar, bisul
Giling satu buah pisang hijau berikut kulitnya sampai halus. Oleskan pada bagian yang sakit.

Terbakar, tersiram air panas dan kulit kemerahan (rash)
Oleskan bagian dalam dari kulit pisang yang sudah matang pada kelainan kulit.
  
Kutil (wart)
Kerok bagian dalam kulit buah pisang yang sudah matang dan berwarna putih. Bubuhkan pada kutil, lalu tutup dengan plester. Ganti setiap habis mandi. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Sesak napas (asma) dan batuk akibat paru-paru panas
Kukus dua buah pisang yang sudah masak berikut kulitnya. Makan pada pagi hari sewaktu perut kosong dan malam sewaktu ingin tidur.
Catatan
Pembagian pisang lainya :
Pisang (Musa sp.) menurut jenisnya bisa dibagi menjadi lima bagian, yaitu :
Musa paradisiaca var. sapientum (banana), yaitu pisang yang dimakan langsung setelah buahnya masak seperti pisang ambon, ambon lumut, raja, raja sereh, mas, susu, dan barangan.
Musa paradisiacal forma typica (plantain), yaitu pisang yang dimakan setelah direbus atau digoreng seperti pisang tanduk, oli, nangka, kapas, dan kapok.
Musa brachycarpa, yaitu jenis pisang yang berbiji seperti pisang batu, disebut juga pisang klutuk atau pisang biji.
Musa texilis, yaitu pisang penghasil serat seperti pisang manila.
Pisang hias sepeti pisang kipas, pisang superb (musa superb), pisang basjoo (musa basjoo).
Untuk penderita tukak lambung dan asam lambung berlebihan, jangan makan buah pisang masak.

khasiat akar pisang, batang, daun, buah pisang, jantung pisang serta bunga pisang.

Mengenal Manfaat pohon pisang dari akar sampai ke daun
Siapa yang tidak kenal tanaman yang satu ini, buah pisang banyak sekali manfaatnya. Hampir semua orang suka dengan buah yang ini. Tidak hanya dimakan segar setelah matang, buah pisang juga bisa diolah menjadi aneka panganan yang beragam. Seperti dibuat kolek pisang, kripik pisang, pisang sale, marning pisang, aneka kue dan lain-lain.

Buah pisang banyak sekali mengandung vitamin dan mineral. Seperti vitamin C dan kalsium. Pisang juga biasa digunakan untuk adik MPASI adik bayi. Karena tekstur yang lembut dan kaya akan nutrisi maka buah pisang cocok untuk sikecil. Buah pisang yang bisa diolah menjadi beragam bentuk makanan dan camilan membuat buah pisang bisa menjadi sumber penghasilan perekonomian yang prospektif.

Dari segudang manfaat buah pisang yang kita ketahui ternyata tidak hanya buahnya saja yang bisa kita manfaatkan. Hampir seluruh bagian dari pohon pisang kita bisa manfaatkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Nah, sebentar lagi akan saya sampaikan apasih manfaat dari pohon pisang?



Manfaat pohon pisang mulai dari akar, batang, pelepah dan daunnya.

1. Manfaat akar pisang
Nah sobat semua ternyata tidak cuma bagian buahnya saja yang bisa kita makan. Akar dari pohon pisang juga bisa menjadi obat alternatif alami untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Akar pisang bisa mengobati sakit asma, megobati kencing yang ada darahnya serta mengobati penyakit kulit. Selain itu cairan dari bonggolnya juga bisa mengobati diare, buang air berdarah, wasir dan masih banyak lagi yang lain.

2. Manfaat batang pisang
Manfaat dari batang pisang juga tidak kalah unik nih sobat. Batang pohon pisang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti sapi dan kambing yaitu dengan cara dicacah dan dicampurkan dengan makanan lain seperti campuran dedak untuk sapi. Batang pohon pisang juga sering digunakan untuk media pagelaran seni wayang golek atau wayang kulit sebagai tumpuan para wayang beraksi. Dan yang lebih unik lagi batang pisang yang sudah menua dan kering bisa dijadikan sumber warna alami untuk dijadikan hasil karya yang unik seperti dibuat lukisan. Warna coklat tua sering dijumpai pada batang pisang yang sudah kering, warnanya yang khas menjadikan hasil lukisan terlihat sangat natural.

3. Manfaat pelepah pisang
Perlu sobat ketahui pelepah pisangpun masih bisa kita manfaatkan. Selain dicacah untuk pakan hewan peleah pisang bisa digunakan sebagai tali pengikat. Sedikit berbagi pengalaman hidup saya dikampung tali pelepah pisang bisa digunakan untuk mengikat kayu bakar yang saya ambil dari kebun. Maklum anak kampung he he. Selain itu pelepah pisang bisa saya jadikan pengikat pada saat saya bakar ikan secara tradisional. Yaitu dengan cara menancapkan pelepah pisang pada pangganngan yang terbuat dari dahan kayu atau pelepah kelapa. Nah ini pengalaman unik saya yang lain mengenai pelepah pisang. Pada masa kecil saya pelepah pisang yang masih muda biasa saya gunakan untuk membuat senapan mainan untuk keseruan bersama teman-teman kecil saya. Sungguh pengalaman masa kecil yang eksotis buat saya.

4. Manfaat daun pisang
Untuk bagian daun saya kira sobat semua sudah banyak tahu. Yaitu bisa kita gunakan untuk media pembungkus nasi yang bisa kita kenal dengan nasi timbel. Walopun diera modern seperti sekarang ini daun pisang bisa diganti dengan kertas plastik namun tetap nasi timbel yang dibungkus dengan daun pisang alami akan memberi kesan, warna dan cita rasa yang berbeda. Selain untuk pembungkus nasi timbel daun pisang bisa digunakan juga untuk pembungkus panganan kue seperti lemper, lontong, papais (sunda) dan masih banyak lagi. Dan satu lagi nih sobat, ternyata daun pisang juga bisa kita gunakan untuk mengobati penyakit. Wah banyak juga manfaatnya ya. Yaitu bisa mengobati diare dan berak darah. Carannya yaitu kunyah daun pisang yang sudah dibersihkan lalu telan air kunyahan daun pisang itu, biasanya berupa getah. Nah getah itulah yang berguna untuk mengobati diare.

5. Manfaat buah pisang
Untuk manfaat buah pisang saya pikir tidak perlu cuap-cuap panjang lebar karena kebanyakan sudah pada tahu. Hanya saja kalo saya boleh berkomentar mengenai buah pisang. Buah pisang bisa menjadi lahan bisnis yang menguntungkan jika kita mau dan belajar mengolahnya.

6. Ada satu lagi bagian yang bisa dimanfaatkan yaitu bunganya
Dari sekian banyak manfaat pohon pisang ternyata masih ada bagian pohon pisang yang bisa dimanfaatkan yaitu bunganya. Bunga pisang atau ditempat saya biasa disebut jantung pisang atau oer (sunda) bisa kita olah menjadi hidangan yang lezat. Yaitu dengan cara dimasak menjadi sayur. Bisa kita masak menjadi sayur lodeh, ditumis dan dibuat campuran opor ayam.


Subhanallah, ternyata benar tidak ada yang sia-sia semua ciptaan Allah itu. Banyak sekali manfaat pohon pisang. Baiklah mungkin itu yang bisa saya share untuk kesempatan kali ini. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan untuk anda semuanya. Terimakasih.

Dalam segi kesehatan ternyata pisang juga mampu memberikan sumbangsih nutrisi yang luar biasa bagi tubuh kita. Bukan hanya buah tetapi akar, daun, batang dan bonggol juga bisa digunakan untuk menjaga tubuh kita dari berbagai penyakit. Namun terlebih dahulu mari kita bahas apa saja kandungan senyawa kimia yang ada pada tanaman pisang.

Kandungan senyawa kimia tumbuhan pisang: 

Buah pisang mengandung senyawa kimia:
•    Protein
•    Lemak
•    Glukosa
•    Fruktosa
•    Flavonoid
•    Sukrosa
•    Minyak menguap
•    Vitamin A
•    Vitamin B
•    Vitamin C
•    Vitamin E
•    Sumber mineral diantaranya : kalsium, fosfor dan kalium
•    Sorotin
•    Pectin
•    Dapomine
•    Dannoradrenalin

Akar pisang mengandung
•    Tannin
•    Dapomine
•    Serotonin
•    Hidroksitriptamin
•    Norepinefrin
•    Vitamin A
•    Vitamin B
•    Vitamin C

Manfaat dan khasiat pisang untuk kesehatan, diantaranya:

Sebagai obat luka, Untuk mengobati luka bisa memanfaatkan hati batang pisang.
Untuk mengobati demam, mata dan  luka bakar, Mengobati demam,sakit mata dan  luka bakar dapat menggunakan daun pisang yang masih muda untuk lebih menyejukkan.
Merawat rambut, Untuk kesehatan rambut dapat memanfaatkan cairan dari bonggol pisang.
Untuk mengatasi kulit muka yang kering secara alami
Menghaluskan kulit secara alami, dengan cara oleskan kulit pisang yang dalam
Mengatasi sembelit secara alami, konsumsi pisang mas
Mengatasi gangguan maag secara alami
Mengobati Stroke secara alami
Mengobati Wazir secara alami
Mengobati Sariawan secara alami
Menetralkan racun jika terkena racun atau bisa hewan seperti ular
Mengobati anemia
Mengobati radang paru-paru
Radang tenggorokan
Hypertensi
Bisul
Menngobati asma
Untuk mengobati sakit kepala sebelah
Radang ginjal
Dan lain-lain
Pisang menghasilkan buah yang amat nikmat untuk indra pengecap kita, perlu disyukuri pisang juga dapat tumbuh dengan baik di Negeri kita. Tetapi dibalik manfaat konsumsi, pisang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Yaitu untuk mengobati berbagai penyakit seperti tersebut di atas.



Jumaat, 19 Ogos 2016





info terbaru nama nama herba tempatan kita 

Nama Tempatan /(Latin Name) 

Agave Fucrea Fukria furcraea Agave sisalana 
Aji Samad Jackia ornata 
Akar Cerita Hempedu Bumi 
Akar Ginseng jawa Talinum paniculatum Gaertn 
Akar Pisang / bunga pisang-pisang Desmos chinensis Lour 
Akar Sapuk Tunggul 
Akar Seratus 
Akar Som Talinum paniculatum 
Akar tarum Marsdenia tinctoria R. Br 
Akar Tengkuk Biawak Fragraea acuminatissima 
Alamanda Bunga Loceng Kuning Allamanda cathartica 
Allspice 
Anggerik Kesumba 
Anggerik Merpati Dendrobium crumenatum 
Anggur Vitis VineferaAra Beringin - Ficus benjamina 
Ara Beringin 
Ara Bumbong 
Ara Songsang 
Ara Tanah / Gelang Susu, Keremak Susu - Euphorbia hirta 
Asam gelungur - Garcinia atrovirdis 
Asam Jawa/Celagi - Tamarindus indica 
Asam Karanda 
Asam kerat lintang - Citrus medica Linn. 
Asam Paya 
Ati-ati - Coleus Blumei 
Ati-ati Merah - Plectranthus scutellariodes 
Avacado - Persea americana 
Bakawali 
Bakawali Putih- Epiphyllum anguliger 
Balik adap - mussaenda villosa wall 
Balik Angin/Tampin - Mallotus barbatus 
Bangun-bangun - Plectranthus amboinicus 
Bangun-bangun - Solenostemon amboinicus 
Baru Cina - Artemisia vulgaris Linn 
Batang Wali 
Batu Jin / Pecah Batu / Bayam Karang - Strobilanthes crispa 
Bauhinia - bauhinia kockiana korth/Bauhinia Coccinea 
Bawang Mas / Tembaga Susu 
Bawang putih - Allium sativum L. 
Bayam - Amaranthus sp. 
Bayam Duri/Bayam Hutan - Amaranthus spinosus 
Bayam karang - strobilanthes crispa l 
Bayam Pasir/Keremak/Pudoh - Alternanthera sessilis 
Bebaru / Baru-baru - Hibiscus tiliaceus 
Bebuas 
Bebuas - Premma Cordiflora 
Bebuta/Buta-Buta - Excoecaria agallocha 
Belalai Gajah - clinacanthus Nutans 
Belimbing Buluh - Averrhoa bilimbi 
Belimbing hutan 
belimbing pasir 1 - Oxalis corniculata 
Belimbing tanah - tacca integrifolia 
Belimbing Tanah/Tongkong - Oxalis barrelieri 
Beluntas - Pluchea Indica (L.) Less 
Beluntas Paya - Pluchea indica 
Beluru /Sintok 
Bemban - Donax Grandis 
Bemban - Donax grandis 
Beri Hitam - rubus fruticosus Agg 
Bluewings - Torenia Fournieri 
Bonglai - Oroxylum indicum dan Pajanelia longifolia 
Bonglai putih - Zingiber cassumunar Roxb 
Buah susu/Avocado - Persea Americana 
Bunga Bawang putih - Mansoa alliacea 
Bunga butang ungu - Gomphrena Globosa 
Bunga Cina / Melur Cina - Gardenia Augusta 
Bunga Cina /Susun Kelah 
Bunga Cina oren - Gardenia Coronaria/Carinata 
Bunga Kantan 
Bunga Kekwa 
Bunga kenanga - Cananga odorata 
Bunga lawang - Illicium verum Hooker fil. 
Bunga Loceng 
Bunga Matahari - Helianthus annuus 
Bunga mayang sari - Citharexylum spinosum 
Bunga Melor - Jasminum sambac 
Bunga melur - Jasminum Sambac 
Bunga melur vietnam - Gardenia vietnamensis 
bunga ros jepun - Portulaca Grandiflora 
Bunga santalia - Cestrum Noctumum 
bunga tahi ayam - Lantana camara 
Bunga Tanjung - Mimusops elengi 
Bunga Tanjung - Mimusops elengi 
Bunga Tongkeng - Telosma Cordata 
Calalily - Zantedeschia aethiopica Spreng 
Capa/Sombung/Mambong - Blumea balsamifera 
Cekak Manis/Tarok Manis - Sauropus androgynus 
Cekor/Cekur Hijau/Cekur Jawa - Kaempferia galanga 
Cekur - Kaempferia galangal 
Cekur Batik / Cekur Hutan - Kaempferia elegans 
Cekur Buluh 
Cekur Manis - sauropus androgynus 
Cekur Manis Gajah/Perupong - Glyptopetalum quadrangulare 
Celaka Biru / C.Bunga 
Celaka Merah 
Celaka Puteh/Celaka Bukit - Plumbago zeylanica 
Cemara 
Cempaka - Michelia champaca Linn 
Cempaka Keling - Michelia Figo/Magnolia Figo/Magnolia fuschata 
Cempaka Kuning -Michelia champaca 
Cempaka Puteh - Michelia alba 
Cempaka telur - Michelia Pumila/Talauma pumila Bl 
Cemumar - Micromelum pubescens 
Cendana 
Cendawan Tiram Kelabu - Pleurotus sajorcaju 
Cengkian/Cemkian/Jemekian - Croton tiglium 
Cengkih - Syzygium aromaticum 
Ceremai 
Ceri Barbados - Malpighia glabra 
Cermai - Phyllanthus acidus 
Chinese honeysuckle - Quisqualis indica L. 
Cina Maki/Gelam Bukit/Serai Kayu Wangi - Leptospermum flavescens 
Cucur Atap - Baeckea Frutescens 
Cuphea - Cuphe hyssopifolia 
Dahlia - Dahlia 
Daun Dewa - Gynura divaricata/Gynura segetum (Lour) Merr/Gynura pseudochina 
Daun Dewa / Dewa Raja /Sambung Nyawa - Gynura pseudochina 
Daun Kesum - Persicaria coronarium 
Daun segugur - Lepidagathis longifolia 
Daun Sehelai Setahun - Nervilia punctata 
Delima - Punica granatum 
Depu Pelanduk - wikstroermia redleyi 
Depu Pelanduk - Wikstromia ridleyi 
Derhaka Mertua - Plumbago Indica 
Dokong Anak/Amin Buah - Phyllanthus urinaria 
Dukung Anak - Phyllanthus Niruri 
Durian Belanda - Annona Muricata L. 
Durian Belanda/Durian Mekah/Nangka Belanda - Annona muricata 
Ego/Peniti/Jemuju/Ketumbar Jawa - Eryngium foetidum 
Ekor Anjing - Plantago Major 
Ekor Anjing - Plantago major 
Ekor Kucing - Acalypha hispida 
Elek Besi / Itah Besi - Smilax myosofolio 
Elek Tembaga / E.Dawai - Smilax calophylla 
Embun Tengahari - Murdannia Nudiflora (L) Brenan 
Flame violet(green) - Episcia cupreata 
Gadis Lompat - Chloranthus Erectus 
Gadum / Ara 
Gaharu/depu - Aquilaria malaccensis 
Gaillardia - Gaillardia aristata 
Gajah Beranak - Goniothalamus macrophyllus 
Gajus - anacardium occidentale 
Gajus/ Ketereh/Janggus - Anacardium occidentale 
Galak Tua 
Galak tua - Stemona Tuberosa Lour 
Gambir Laut/Gambir Paya - Uncaria lancea 
Ganda Rusa Hutan 
Ganda Suli 
Gandarrusa Puteh - Justicia gendarussa 
Gandarusa - Justicia Gendarussa linn 
Gandarussa Hitam - Gandarussa valguris 
Garuda - Ruta Angustifolia 
Gelam Tikus 
Gelam Tikus - Syzygium inophylla 
Gelam/Kayu Putih - Melaleuca cajputi 
Gelenggang - Cassia Alata 
Gelenggang Daun Besar - Cassia alata 
Gelenggang Padang/Gelenggang Kasar - Senna alata 
Geli-geli - Lasia spinosa 
Geli-geli hitam - Cyrtosperma lasioidies 
Geraham Badak - Phyllochlamyswallehii 
Getang Guri 
Ginseng Gunung 
Gorek - Caesalpinia bonduc(L.) Roxb. 
Haji Samat/Setunjang Bumi - Prismatomeris tetrandra 
Halban 
Halia - Zingiber Officinale 
Halia - Zingiber officinale 
Halia Bara 
Halia Hutan /Rimba 
Halia Kesing / Pepijat 
Hamba Raja - Croton argyratum 
Hanuman /Jelutah/Pokok bajang beranak - Schefflera simulans 
Hempedu Beruang/Seburut/Telinga Kalawar - Thottea grandiflora 
Hempedu Bumi /Pokok Cerita - Andrographis paniculata 
Hujan Panas - Glochidion spp 
Hujan Panas / Bela Puteh - Breynia racemosa 
Inai - Lawsonia Inermis 
Inai - Lawsonia inermis 
Isi Raja Satong / Kepala Beruk 
Jambu Batu - Psidium guajava linn 
Janggut Adam - Tacca intergrifolia 
Janggut Baung - Homalomena rostrata 
Jarak - Ricinus communis 
Jarak Merah / J.Belanda 
Jarak Minyak - Ricinus Communis 
Jarak Pagar - Jatropha curcas 
Jarum Mas (Rumput) - Striga Asiatica 
Jarum Tujuh Bilah - Pereskia sacharosa/saecnarosa 
Jejarum 
Jelai - Coix lachryma jobi 
Jeliti - Wrightia Religiosa 
Jenjuang / Lenjung - Cordyline fruticosa 
Jerangau - Acorus Calamus 
Jeremin - Pelargonium radula 
Jering - Archidendrum jiringa 
Jeruju - Acanthus ilicifolius 
Jeruju - Acanthus Ilicifolius L 
Jeruju Hitam - Acanthus ebracteatus 
Jerun - sida rhombifolia 
Jintan / Oregano - Origanum vulgare 
Jintan Hitam - Nigella Sativa 
Kacang Malabar - Adathoda Vasica Nees 
Kacang Telang - Clitorea ternatea 
Kacang telang - Clitoria ternatea 
Kacip Fatimah - Labisia Pumila 
Kaduk - Piper sarmentosum roxb 
Kaduk Hutan -Piper stylosum 
Kaduk/Sirih Dudoh/Bugu - Piper sarmentosum 
Kancing Baju / Jelita - Bidens pilosa 
Kancing Baju Jantan/Rumput Teki/Rumput Serapat - Kyllinga brevifolia 
Kancing Baju Merah - Corchorus capsularis 
Kantan - Pheaomeria imperialis 
Kapalterbang - Chromolaena odorata / Eupatorium odoratum L. 
Kapur Barus - Dryobalanops aromatica 
Kari - Murraya Koenigii 
Katak Puru/Nam-nam - Cynometra cauliflora 
Kayu Arang/Sangkak - Diospyros buxifolia 
Kayu Manis - Cinnamomum zeylanicum 
Kecubong/Terong Pengar - Datura fastuosa 
Kecubung - Datura Metel Linn 
Kecupu - Garcinia prainiana 
Kedondong - Spondias pinnata 
Kekabu Hutan - Bombax valetonii 
Kekunyit/Akar Kuning - Fibraurea tinctoria 
Keladi Candik - alocasia denudata Enggler 
Keladi Hutan/Keladi Birah - Colocasia esculenta 
Keladi Kemoyang - Homalomena sagittifolia 
Keladi Sebaring - Alocasia macrorrhizos 
Keladi Tikus - Typhonium Flagelliforme 
Keladi Tikus - Typhonium flagelliforme 
Kelapa - Cocos nucifera 
Kelapa Berok / Naga Stong - Hydnophytum formicarium 
Keman Air/Keman Gajah/Kangkung Puteri - Neptunia oleracea 
Kemangi - Ocimum sanctum Linn 
Kemangi/Ruku/Selasih - Ocimum tenuiflorum 
Kembang Semangkuk - Scaphium macropodum 
Kemboja Cina - Plumeria rubra 
Kemboja Puteh 
kemoyang - Homalomena sagittifolia 
Kemuning Putih - Murraya paniculata 
Kemunting - Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk. 
Kemunting Cina - Catharantus Roseus 
Kenanga - Cananga odorata 
Kenerak - Goniothalamus Umbrosus 
Kepala Sari / Akar Teriba 
Kerak Nasi - Terenia polygonaides 
Kerbau Amok - Schefflera ridleyi 
Kerian - Syzygium cumini 
Kermak Putih - Alternanthera sessilis 
Keruing Mempelas - Dipterocarpus crinitus 
Kesidang - vallaris glabra 
Kesum - Polygonum minus huds 
Kesumba - Bixa orellana L. 
Ketapang 
Ketumbar Jawa - Eryngium foetidum L. 
Ketumpang Air/Rangu-rangu - Piper pellucidum 
Ketumpangan Air - Peperomia Pellucida 
Kiambang - Pistia stratiotes 
Kkancing Baju - bidens pilosa 
Krosandra - Crossandra infundibuliformis 
Kucing Galak/Ceka Emas/Lis-Lis - Acalypha indica 
Kulim - Scorodocarpus Borneensis 
Kunyit - Cucurma Longa / Curcuma Domestica 
Kunyit Emas/Temu Kuning - Curcuma zedoaria 
Kunyit Hitam - Curcuma aeruginosa 
Kunyit Hitam - Curcuma Caesia 
Kunyit Puteh/Temu Putih - Didymocarpus crinita 
Kurma - Phoenix roebelinii 
Lada Hitam - Piper Nigrum L. 
Lada Pahit - Brucea sumatrana 
Laici - Litchi Chinensis 
Lakum - Vitis diffusa 
Larak - Fissitigma latifolium 
Larak - Fissitigma latifolium 
Lemba - Cucurligo Latifolia 
Lemba/Kepala Puyuh - Molineria latifolia 
Lemon Balm - Melissa officinalis 
Lempoyang / Lempoyang Wangi - Zingiber aromaticum 
Lempoyang Anjing/Tepus Kecil - Zingiber puberulum 
Lempoyang Gajah - Zingiber zerumbet 
Lempoyang Hitam/Bola Hitam - Zingiber ottensi 
Lemuju - Plectranthus amboinicus 
Lemuni Hitam/Leggundi - Vitex negundo 
Lemuning/Legundi - Vitex trifolia 
Lengkuas - Alpinia galanga 
Lengkuas - Alpinia Galanga stuntz 
Lengkuas Geting - Alpinia conchigera 
Lengkuas ranting/Lengkuas Kecil - Alpinia conchigera 
Lenjuang Merah - Cordyline fruticosa 
letup-letup - Physalis minima 
Lidah Buaya - Aloe Vera linn. 
Lidah Jin/Sansiviria - Sanseviera trifasciata 
Limau Kasturi - Citrofortunella microcarpa 
Limau nipis - Citrus aurantifolia 
Limau Purut - Citrus Hystrix 
Lontar - Borassus Flabellifer 
Mahagani 
Mahkota Dewa - Phaleria papuana 
Maman Hantu - Cleome gynandra L 
Maman Ungu - Gynandropsis gynandra / Cleome gynandra L 
Mambu - Azadirachta Indica 
Mambu/Pokok Nim - Melia indica 
Manggis - Garcinia Mangostana L. 
Mas cotek - Ficus deltoidea 
Mas Cotek - Ficus deltoidea 
Mata Ayam - Ardisia crenata/crispa 
Mata Pelanduk 
Matakucing Pingpong - Dimocarpus longan lour / Euphoria Longana 
Medang Lansor - Elaeocarpus mastersii 
Melada Pahit - Rhus Chinensis 
Melada/Selada - Capparis micracantha 
Melinjau - Gnetum gnemon 
Memali - Leea Indica Merr 
Memali Duri - Leea aculeata 
Mempelas - Tetracera Indica Merr. 
Mengkirai - Trema orientalis (L.) Blume 
Mengkudu - Morinda citrifolia 
Mengkudu Gajah 
Mengkudu Hutan/Mengkudu Jantan - Morinda elliptica 
Mengkunyit - Coscinium blumeanum 
Mentulang 
Merbau 
Mexican Hat - Ratibida Columnaris 
Misai Ali - Schizaea digitata 
Misai Ali - Schizaea digitata / Actinostachys digitata 
Misai Kucing/Ruku Hutan/Kumis Kucing - Orthosiphon aristatu 
Mulberi - Morus L. 
Naga Buana/Naga Jumat/KayuPutih - Phyllanthus pulcher 
Naga Stong / Kepala Beruk - Hydnophytum formicarium 
Nam Nam - Cynometra Cauliflora 
Nilam - Pogostemon cablin 
Nyior Lemba 
Oregano - Origanum Vulgare 
Paku Gajah - Angiopteris evecta 
Paku Langsuyar - Platycerium coronarium 
Paku Laut / Paku Haji - Cycas edentata 
Paku Tanduk Rusa 
Paku Tunjuk Langit - Helminthostachys zeylanica 
Pala - Myristica Fragrans 
Palas - licuala spinosa 
Palas Tikus/Palas Rewang - Licuala triphylla 
Panah Arjuna / Paku kikir - Tectaria crenata 
Pandan Wangi - Pandanus Odorus 
Parisan - Euphorbia Milli 
Patawali - Tinospora crispa(miers) 
Patawali/Putarwali/Petawali/Batang Wali - Tinospora crispa 
Patikan Kerbau - Euphorbia hirta 
Payong Ali 
Pecah Periuk Biru / itam 
Pecah Periuk Kuning 
Pecah Periuk Puteh 
Pegaga - Centella asiatica 
Pegaga - Centella asiatica/hydrocotyle asiatica 
Pegaga Embun - Hydrocotyle sibthorpiodes 
Pegaga Gajah 
Penaga - Messua Ferrea L. 
Penawar Hitam - Goniothalamus giganteus 
Perah - Elateriospermum tapos 
Peria Pantai - Colubrina asiatica 
Periuk Kera - Nepenthes mirabilis 
Petai - Parkia speciosa Hassk. 
Petai belalang - Leucaena leucocephala 
Petai Belalang/Ipil-ipil - Leucaena leucocephala 
Petunia - Petunia spp. 
Pokok ajaib - Synsepalum dulcificum 
Pokok lelipan - Pedilanthus Tithymaloides 
Pokok Manjakani(mempening) - Quercus infectoria Oliv 
Pokok Nilam - Pogostemon cablin benth. 
Pokok Tea - Melaleuca alternifolia 
Pokok Zebra - Aphelandra squarrosa 
Puah Pungah/Balai-balai - Aralidium pinnatifitidum 
Pudina - Mentha arvensis 
Puding Emas - Codiaeum variegatum 
Pulosari - Alyxia stellata 
Pulut-pulut - Urena Lobata L. 
Purple Heart - Tradescantia Purpurea 
Putat - Barringtonia racemosa (L.) Spreng 
Raja Berangkat/Cagau - Goniothalamus curtissi 
Raja Satong Sarang Semut 
Rempah Gunung 
Rempah Padang 
Rosemary - rosemarinus officinalis 
Rozel - Hibiscus rosa sabdariffa 
Ruku Hitam - Ocimum gratissimum 
Rumput Buluh 
Rumput Cina 
Rumput Israel - Asystasia Gangetica L. 
Rumput Jari Lipan - Limnophila aromatica 
Rumput Misai Adam - Themeda arguens 
Rumput Sambau 
Saidina Ali - Clerodendrom deflexum 
Sakat / Semun - Asplenium nidus 
Salam - Eugenia Polyantha 
Sambung Nyawa - Gynura procumbens 
Sambung Nyawa - Gynura pseudochina 
Sanssiviria - Sansevieria trifasciata 
Sarang semut - Hydnophytum formicarum Jack 
Sawi Rusa - Erechtites valerianifolia 
Sedap Malam - Murraya paniculata [L] Jack 
Sedawai/Tampang Besi/Tembaga Suasa - Smilax calophylla 
Sehelai Setahun - Nervilia punctata 
Sekentut - Paederia Foetida 
Sekentut/Akar Bukit - Paederia foetida 
Sekunyit - Coscinium fenestratum 
Selada - Hygodium microphyllum 
Selada - Hygodium microphyllum 
Selai Jendela - Selaginella Plana 
Selasih - Ocimum Sanctum 
Selasih Dandi - Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl. 
Selom - Oenanthe javanica(Blume) 
Sembung - Blumea Balsamifera 
Senduduk - Melastoma malabathricum 
Senduduk Baldu(Ungu Tua) 
Senduduk Paksa - Clidemia Hirta 
Senduduk Putih - Melastoma decemfidum roxb./Melastoma Imbricatum 
Senduduk/Cong Keradak - Dissochaeta gracilis 
Senduduk/Kenduduk/Sekeduduk - Melastoma malabathricum 
Senna Mekah - Cassia Angustifolia Vahl 
Sentul - Sandori koetjape 
Sepang - Caesalpinia Sappan L. 
Serai - Cymbopogon citratus 
Serai Wangi - Cymbopogon nardus 
Serapat Pandan/Siak-Siak Rimba/Sempit - Mapania cuspidata 
Sesudu - Euphorbia milli 
Setawar - kalanchoe pinnata 
Setawar Air - Costus speciosus 
Setawar Hutan / Setawar Bukit 
Setawar Kampung /Sedingin - Kalanchoe pinnata 
Setawar Putih - Costus speciosus 
Siak-siak/Siak-siak Jantan/Meroyan Bungkus - Dianella ensifolia 
Siantan Hutan/Menjarum - Ixora concinna 
Sintok - Entada Spiralis 
Sirih - Piper betle L. 
Sirih Harimau/Kerakap Rimau - Piper porphyrophyllum 
Sirih Hutan/Sirih Tikus/Sirih Pacat - Piper caninum 
Sri Gading - nyctanthes arbor tristis 
Sri Kaya - Annona squamosa 
Stevia - Stevia rebaudiana 
Subang Nenek - Sthenodesme Temtanara 
Sundal Malam/Sumpa Bulan/Penggeli - Aglaoenama simplex 
Sungkai - Peronema canescens 
Sungkai - Peronema canescens jack 
Sunset Bell - Chrysothemis pulchella 
Susu Kambing 
Susuh Ayam Hutan 
Susuh harimau/Baka - Artabotrys suaveolens 
Susun Kelapa / Sisik kelah - Tabernaemontana divaricata 
Tapak Gajah/Banal Hutan - Phyllagathis rotundfolia 
Tapak Kuda - Bauhinia purpurea 
Tarom Hutam - Didissandra frutescens 
Tebengau - Ehretia laevis 
Tebu Hitam - Saccharum officinarum 
Teh Hutan/Teh Kampung - Acalypha siamensis 
Teh Manis - Stevia Rebaudiana 
Teja/Teja Lawang/Medang Teja - Cinnamomum iners 
Temu Hitam/Kunyit Hitam - Curcuma aeruginosa 
Temu Kunci - Boesenbergia rotunda 
Temu kunci - Kaempferia pandurata 
Temu Kuning/Kunyit Emas - Curcuma zedoaria 
Temu Lawak - Curcuma xanthorrhiza 
Temu Pauh - Curcuma mangga 
Tenggek Burung - Euodia redlevi 
Tengkok Biawak - Fagraea acuminatissima 
Tepus Kesing - etlingera coccinea 
Tepus Merah - Curcuma phaeocaulis 
Tepus Putih/Lengkuas Hutan/Lengkuas Angin - Alpinia javanica 
Tepus Tanah - Zingiber spectabile 
Tepus Tanah,/Tepai/Tepus Halia - Zingiber spectabile 
Teratai - Nelumbo nucifera 
Terung asam - Solanum macrocarpon 
Terung Kemar - cyclea latiflora(miers.) 
Terung Kemar/Mentimun Tikus/Akar Putih- Cyclea laxiflora 
Terung Maranti 
Terung Pipit Putih - Solanum indicum 
Terung Pipit/Terung Rembang - Solanum torvum 
Terung Ranti - Solanum Nigrum L. 
Terung susu kambing - Solanum Mammosum L. 
Timun betik - Cucumis sativus 
Tomato - Solanum lycopersicum 
Tongkat Ali - Eurycoma Longifolia 
Tongkat Ali Hitam - Polyalthia bullata 
Tongkat Ali Mas/Gajah Tarik - Strychnos sp 
Tutup Bumi - Elephantopus Scaber 
Tutup Bumi/Bersih Hitam/Tapak Leman - Elephantopus scaber 
Ubat Kurap - Rhinacanthus nasutus (L.) Kurz 
Ubi Gadung/Ubi arak/Taring Pelandok - Dioscorea hispida 
Ubi Jaga / Dedawai Berisi - Smilax myosotiflora 
Ubi Larut, Sagu Bemban Putih - Stachyphryniu griffithii 
Ubi Sarek - Amorphophallus Campanulatus 
Ubi Seratus 
Ulam Raja - Cosmos Caudatus 
Ulat Bulu - Passiflora foetida 
Urang-Aring - Eclipta Prostrata 
Vanila - Vanilla Planifolia 
Yesterday, today, tomorrow - Brunfelsia pauciflora) 
Zodia - Evodia suaveolens 


Agave Sisal / Fucrea Agave sisalana 
Aji Samad Jackia ornata 
Akar Cerita Pokok Cerita Hempedu Bumi Andrographis paniculata 
Akar Ginseng/ Akar Som <em>Talinum paniculatum 
Akar Manis Glycyrrhiza glabra 
Akar Pisang/ Kenanga Bangkok Artabotrys hexapetalus 
Akar Sapuk Tunggul 
Akar Seratus Peliosanthes teta 
Akar Tarum Marsdenia tinctoria 
Akar Tengkuk Biawak Fagraea acuminatissima 
Alamanda Kuning - Allamanda cathartica 
Allspice Pimenta dioica 
Anggerik Kesumba 
Anggur Vitis vinifera 
Ara Beringin Ficus benjamina 
Ara Bumbong 
Ara Tanah / Gelang Susu, Keremak Susu Euphorbia hirta 
Ara Songsang 
Asam Jawa/Celagi Tamarindus indica 
Asam Karanda Carissa carandas 
Asam Kerat Lintang Buddha's hand Lime 
Asam gelungur - Garcinia atrovirdis 
Asam Paya Kelubi Eleiodoxa conferta 
Ati-ati Merah Coleus blumei 
Avocado - Persea americana 
Balik Angin/Tampin Mallotus barbatus 
Bangun-bangun - Plectranthus amboinicus 
Bakawali Epiphyllum anguliger 
Balik Adap 
Bangun-bangun 
Baru Cina 
Bauhinia kockiana 
Bawang Putih 
Batang Wali 
Bawang Mas / Tembaga Susu 
Bayam 
Bayam Duri/Bayam Hutan - Amaranthus spinosus 
Bayam Karang 
Bayam Pasir/Keremak/Pudoh - Alternanthera sessilis 
Bebaru / Baru-baru - Hibiscus tiliaceus 
Bebuas 
Belalai Gajah 
Belimbing Buluh Averrhoa bilimbi 
Belimbing hutan 
Belimbing Pasir 
Belimbing Tanah/Tongkong Bat plant -Tacca 
Beluntas Pluchea indica 
Beluru/Sintok 
Bemban - Donax grandis 
Bebuta/Buta-Buta Excoecaria agallocha 
Bunga Kekwa 
Bebuas 
Berangan 
Beri Hitam /Mulberi 
Batu Jin / Pecah Batu / Bayam Karang Strobilanthes crispa 
Bonglai 
Bonglai putih 
Bunga Bawang Putih Garlic Vine 
Bunga Kantan Torch Ginger 
Bunga Loceng Alamanda 
Bunga Melor Jasminum sambac 
Bunga Cina /Susun Kelah 
Bunga Tanjung Mimusops elengi 
Capa/Sombung/Mambong Blumea balsamifera 
Cekor/Cekur Hijau/Cekur Jawa Kaempferia galanga 
Cekur Batik / Cekur Hutan - Kaempferia elegans 
Cekur batik Daun Besar 
Cekur Manis Gajah/Perupong Glyptopetalum quadrangulareC 
ekur Daun panjang 
Cempaka Puteh - Michelia alba 
Cempaka Kuning -Michelia champaca 
Cempaka Telur 
Cemumar 
Celaka Biru / Purple Plumbago Plumbago auriculata 
Celaka Putih White Plumbago Plumbago auriculata 
Cekak Manis/Tarok Manis - Sauropus androgynus 
Celaka Puteh/Celaka Bukit - Plumbago zeylanica 
Cendana 
Cendawan Susu Rimau 
Cengkih 
Cemara 
Cekur Buluh 
Cengkih Syzygium aromaticum 
Cermai 
Ceri Barbados 
Ceri Surinam 
Cengkian/Cemkian/Jemekian - Croton tiglium 
Cina Maki/Gelam Bukit/Serai Kayu Wangi - Leptospermum flavescens 
Cucur atap 
Daun Dewa 
Delima - Punica granatum 
Dokong Anak/Amin Buah - Phyllanthus urinaria 
Durian Belanda/Durian Mekah/Nangka Belanda - Annona muricata 
Daun Dewa / Dewa Raja /Sambung Nyawa - Gynura pseudochina 
Daun segugur 
Daun Kesum - Persicaria coronarium 
Depu Pelanduk - Wikstromia ridleyi 
Derhaka Mertua 
Dukung anak 
Durian Belanda 
Daun Sehelai Setahun - Nervilia punctata 
Ekor Anjing - Plantago major 
Ekor Kucing - Acalypha hispida 
Ego/Peniti/Jemuju/Ketumbar Jawa - Eryngium foetidum 
Elek Besi / Itah Besi - Smilax myosofolio 
Elek Tembaga / E.Dawai - Smilax calophylla 
Enbun Tengahari 
Gadis Lompat 
Gadum / Ara 
Gaharu/ Depu 
Gajah Beranak - Goniothalamus macrophyllus 
Gajus/ Ketereh/Janggus - Anacardium occidentale 
Galak Tua 
Gandarusa 
Gandarussa Hitam - Gandarussa valguris 
Ganda Rusa Hutan 
Gandarrusa Puteh - Justicia gendarussa 
Ganda Suli 
Garuda 
Gelam Tikus 
Gelenggang Kecil 
Gelenggang Besar Cassia alata 
Geli-geli - Lasia spinosa 
Getang Guri 
Geli-geli hitam - Cyrtosperma lasioidies 
Gelenggang Padang/Gelenggang Kasar - Senna alata 
Getang Guri 
Gelam Tikus 
Gelenggang Daun Besar - Cassia alata 
Geraham Badak - Phyllochlamyswallehii 
Ginseng Gunung 
Gambir Laut/Gambir Paya - Uncaria lancea 
Gelam/Kayu Putih - Melaleuca cajputi 
Gelam tikus 
Gorek 
Halia - Zingiber officinale 
Halia Bara 
Halia Kesing / Pepijat 
Halia Hutan /Rimba 
Hamba Raja 
Haji Samat/Setunjang Bumi - Prismatomeris tetrandra 
Hempedu Beruang 
Hempedu Bumi /Pokok Cerita - Andrographis paniculata 
Hempedu Beruang/Seburut/Telinga Kalawar - Thottea grandiflora 
Hanuman /Jelutah/Pokok bajang beranak - Schefflera simulans 
Halban 
Hujan Panas / Bela Puteh - Breynia racemosa 
Inai - Lawsonia inermis 
Isi Raja Satong / Kepala Beruk 
Jambu Batu 
Jarak - Ricinus communis 
Jarak Buncit 
Jarak Minyak 
Jarak Pagar 
Jarum Mas 
jarum Tujuh Bilah - Pereskia grandifolia 
Jerangau - Acorus calamus 
Jarak Merah / J.Belanda 
Jelai 
Jeliti 
Jerangau 
Jarum Mas (Rumput) - Striga asiatica 
Jenjuang / Lenjung - Cordyline fruticosa 
Jeremin 
Jering - Archidendrum jiringa 
Jeruju Hitam - Acanthus ebracteatus 
Jeruju Puteh 
Jerun 
Jambu Batu - Psidium guava 
Jintan puteh 
Jintan Hitam - Nigella sativa 
Janggut Adam Baung - Tacca intergrifolia 
Jarak buncit /Jarak cina 
Jintan / Oregano - Origanum vulgare 
Jejarum Ixora 
Jenjuang Merah Cordyline fruticosa 
Jeruju - Acanthus ilicifolius 
Kacip Fatimah - Labisia Pumila 
Kancing Baju 
Kancing Baju Merah 
Kaduk/Sirih Dudoh/Bugu - Piper sarmentosum 
Kaduk Hutan -Piper stylosum 
Kantan Torch ginger 
Kapal Terbang 
Kapur Barus - Dryobalanops aromatica 
Kari 
Kacang Telang - Clitorea ternatea 
Kayu Manis Cinnamomum zeylanicum 
Kecubung Terung Pagar 
Keladi Hutan/Keladi Birah - Colocasia esculenta 
Keladi Kemoyang - Alocasia gigantea 
Keladi gajah - Alocasia macrorrhiza 
Keladi candik 
Keladi tikus Typhonium flagelliforme 
Kelapa Coconus nucifera 
Kekabu Hutan - Bombax valetonii 
Ketumpang Air/Rangu-rangu - Piper pellucidum 
Kulim - Scorodocarpus borneesi 
Kemunting Cina - Catharanthus roseus 
Kemangi 
Kemangi Hitam 
Kenerak - Ghoniothalamus umbrosus 
Kembang Semangkok 
Kemboja Puteh 
Kemboja sepuluh kelopak 
Kemboja Cina Adenium 
Kemunting 
Kemunting Cina 
Kenerak 
Kerak Nasi 
Kerbau Amok - Schefflera ridleyi 
Kerian 
Kermak Putih 
Kesidang 
Kunyit Hitam - Curcuma aeruginosa 
Kunyit Emas/Temu Kuning - Curcuma zedoaria 
Kunyit Puteh/Temu Putih - Didymocarpus crinita 
Kunyit - Cucurma longa 
Kecubong/Terong Pengar - Datura fastuosa 
Kepala Sari / Akar Teriba 
Kancing Baju / Jelita - Bidens pilosa 
Kancing Baju Jantan/Rumput Teki/Rumput Serapat - Kyllinga brevifolia 
Kecupu - Garcinia prainiana 
Kucing Galak/Ceka Emas/Lis-Lis - Acalypha indica 
Kemangi/Ruku/Selasih - Ocimum tenuiflorum 
Kembang Semangkuk - Scaphium macropodum 
Kelutut Puteh 
Ketapang 
Kiambang - Pistia stratiotes 
Kemuning Putih - Murraya paniculata 
Kenanga - Cananga odorata 
Kedondong - Spondias pinnata 
Katak Puru/Nam-nam - Cynometra cauliflora 
Kerbau Duak 
Kayu Kapur 
Kayu Arang/Sangkak - Diospyros buxifolia 
Kelapa Berok / Naga Stong - Hydnophytum formicarium 
Keruing Mempelas - Dipterocarpus crinitus 
Kekunyit/Akar Kuning - Fibraurea tinctoria 
Keman Air/Keman Gajah/Kangkung Puteri - Neptunia oleracea 
Kembang Semangkuk 
Kesum 
Kesumba 
Ketumbar Jawa 
Ketumpangan Air 
Kucing Galak 
Kulim 
Kunyit 
Kunyit Hitam 
Kurma - Phoenix roebelinii 
Lada Pahit - Brucea sumatrana 
Lada Hitam - Piper nigrum 
Lakum 
Larak - Fissitigma latifolium 
Larak Tepong 
Larak (Fissistigma latifolium 
Larak Bengk 
Lemba/Nyiur Puyuh - Molineria latifolia 
Lempoyang / Lempoyang Wangi - Zingiber aromaticum 
Lempoyang Hitam/Bola Hitam - Zingiber ottensi 
Lempoyang Anjing/Tepus Kecil - Zingiber puberulum 
Lemon 
Lidah Buaya - Aloe Vera 
Lempoyang Gajah 
lemuju 
Lemuni Hitam/Leggundi - Vitex negundo 
Lemuning/Legundi - Vitex trifolia 
Lengkuas - Alpinia galanga 
Lengkuas ranting/Lengkuas Kecil - Alpinia conchigera 
Lengkuas geting 
Lelipan Pokok Lipan 
Lidah Jin/Sansiviria - Sanseviera trifasciata 
Limau nipis - Citrus aurantifolia 
Limau Purut - Citrus hystrix 
Lengkuas geting 
Lenjuang merah 
letup-letup 
Lidah buaya 
Limau kasturi 
Limau Purut 
Lontar 
mahkota dewa 
Maman Hantu 
Maman Ungu 
Mambu/Pokok Neem - Melia indica 
Mas Cotek - Ficus deltoidea 
Mata Ayam - Ardisia crenata 
Melada pahit 
Memali 
Mempelas 
Mengkirai 
Mengkudu 
Mengkunyit 
Mexican Hat 
Misai Ali - Schizaea digitata 
Misai Kucing/Ruku Hutan/Kumis Kucing - Orthosiphon aristatu 
Mengkudu - Morinda citrifolia 
Mengkudu Hutan/Mengkudu Jantan - Morinda elliptica 
Mengkudu Gajah 
Memali Duri - Leea aculeata 
Memali - Leea indica 
Mahagani Mohagany 
Mengkunyit - Coscinium blumeanum 
Melur 
Melada/Selada - Capparis micracantha 
Medang Lansor - Elaeocarpus mastersii 
Melinjau - Gnetum gnemon 
Mentulang 
Merbau 
Mata Pelanduk 
Misai ali 
Misai kucing 
Mulberi 
Nam Nam 
Oregano 
Orkid pinang 
Paku Tunjuk Langit 
Nilm - Pogostemon cablin 
Nyior Lemba 
Naga Buana/Naga Jumat/KayuPutih Phyllanthus pulcher 
Naga Stong / Kepala Beruk - Hydnophytum formicarium 
Nam Nam Buah katak puru Cynometra cauliflora 
Pala 
Palas 
Patawali/Putarwali/Petawali/Batang Wali - Tinospora crispa 
Payong Ali 
Palas Tikus/Palas Rewang Licuala triphylla 
Pecah Periuk Kuning 
Pecah Periuk Puteh 
Pecah Periuk Biru / itam 
Pegaga Centella asiatica 
Pegaga Embun Hydrocotyle sibthorpiodes 
Pegaga Gajah 
Petai Belalang/Ipil-ipil Leucaena leucocephala 
Panah Arjuna / Paku kikir Tectaria crenata 
Paku Gajah Angiopteris evecta 
Paku Tanduk Rusa 
Paku Tunjuk Langit - Helminthostachys zeylanica 
Paku Laut / Paku Haji Cycas rumphii 
Paku Langsuyar Platycerium coronarium 
Pandan wangi 
Pandan 
Parisan 
Patawali 
Patikan kerbau 
pegaga 
Penaga 
Perah 
Peria pantai 
Periuk Kera 
Petai 
Petai belalang 
Petunia 
Pokok ajaib 
Penawar Hitam Goniothalamus giganteus 
Puding Emas Codiaeum variegatum 
Pokok lelipan 
Pokok Manjakani(mempening) 
Pokok Nilam 
Pokok Tea 
Pudina 
Puding Mas 
Pulosari 
Pulut-pulut 
Purple Heart 
Putat 
Puah Pungah/Balai-balai Aralidium pinnatifitidum 
Rosemary 
Rosel 
Ruku Hitam 
Rumput Israel 
Raja Satong Sarang Semut 
Rumput Sambau 
Raja Berangkat/Cagau Goniothalamus curtissi 
Rempah Gunung 
Rempah Padang 
Rumput Buluh 
Rumput Cina 
Rumput Misai Adam Themeda arguens 
Rumput Jari Lipan Limnophila aromatica 
Sambung Nyawa Hijau Gynura pseudochina 
Sambung Nyawa Ungu Gynura pseudochina 
Sagu Bemban 
Saidina Ali - Clerodendrom deflexum 
Sakat / Semun - Asplenium nidus 
Salam 
Sambung Nyawa 
Sarang semut 
Sawi RanaSawi Rusa - Erechtites valerianifolia 
Sawi Langit 
Senna mekah 
Senduduk/Cong Keradak - Dissochaeta gracilis 
Senduduk/Kenduduk/Sekeduduk - Melastoma malabathricum 
Senduduk (Puteh) - Melastoma sanguineum 
Senduduk Baldu(Ungu Tua) 
Sentul 
Sembuluh 
Serai 
Serai Aceh 
Serai wangi 
Sepang 
Serapat 
Setawar 
Sedap Malam 
Sehelai setahun 
Sekentut 
Selada 
Selada 
Selai Jendela 
Selasih 
Selasih dandi 
Selom 
Sembung 
Senduduk 
Senduduk Paksa 
Senduduk puti 
Setawar putih 
Susun Kelapa / Sisik kelah - Tabernaemontana divaricata 
Susu Kambing 
Sri Gading 
Setawar Kampung /Sedingin - Kalanchoe pinnata 
Setawar Hutan / Setawar Bukit 
Setawar Air - Costus speciosa 
Sesudu - Euphorbia milli 
Sedawai/Tampang Besi/Tembaga Suasa - Smilax calophylla 
Serai wangi - Cymbopogon nardus 
Serapat Pandan/Siak-Siak Rimba/Sempit - Mapania cuspidata 
Sekentut/Akar Bukit - Paederia foetida 
Sekunyit - Coscinium fenestratum 
Siantan Hutan/Menjarum - Ixora concinna 
Siak-siak/Siak-siak Jantan/Meroyan Bungkus - Dianella ensifolia 
Sintok 
Sirih 
Sirih Hutan/Sirih Tikus/Sirih Pacat - Piper caninum 
Sirih Harimau/Kerakap Rimau - Piper porphyrophyllum 
Subang nenek 
Susuh Ayam Hutan 
Susuh harimau/Baka - Artabotrys suaveolens 
Sansevieria/Lidah Jin/Lidah Mak Mertua - Sansevieria trifasciata 
Sri Kaya - Annona squamosa 
Stevia Daun Manis 
Sundal Malam/Sumpa Bulan/Penggeli - Aglaoenama simplex 
Sungkai - Peronema canescens 
Sunset Bell 
Susun kepala 
Tebengau 
Teja 
Tapak Gajah/Banal Hutan Phyllagathis rotundfolia 
Tapak Kuda Bauhinia purpurea 
Tarom Hutam Didissandra frutescens 
Tengkok Biawak Fagraea acuminatissima 
Tebu Hitam - Saccharum officinarum 
Teh Manis - Stevia Rebaudiana 
Teh Hutan/Teh Kampung - Acalypha siamensis 
Teja/Teja Lawang/Medang Teja - Cinnamomum iners 
Terung Kemar/Mentimun Tikus/Akar Putih Cyclea laxiflora 
Terung Maranti 
Terung Pipit/Terung Rembang - Solanum torvum 
Terung Pipit Putih Solanum indicum 
Temu Pauh Curcuma mangga 
Temu Kunci Boesenbergia rotunda 
Temu Hitam/Kunyit Hitam - Curcuma aeruginosa 
Temu Lawak Curcuma xanthorrhiza 
Temu Kuning/Kunyit Emas - Curcuma zedoaria 
Tepus Putih/Lengkuas Hutan/Lengkuas Angin - Alpinia javanica 
Tepus Merah Curcuma phaeocaulis 
Tepus Tanah,/Tepai/Tepus Halia Zingiber spectabile 
Temu kunci 
Tenggek Burung 
Tepus Kesing 
Tepus Tanah 
Teratai 
Terung asam 
Terung Kemar 
Terung Ranti 
Terung susu kambing 
Timun betik 
Tomato 
Tongkat Ali - Eurycoma longifolia Jac 
Tongkat Ali Hitam Polyalthia bullata 
Tongkat Ali Mas/Gajah Tarik Strychnos sp 
Tongkeng Telosma cordata 
Tutup Bumi/Bersih Hitam/Tapak Leman Elephantopus scaber 
Ubat Kurap 
Ubi Gadung/Ubi arak/Taring Pelandok Dioscorea hispida 
Ubi Jaga/Dedawai Berisi Smilax myosotiflora 
Ubi Larut, Sagu Bemban Putih Stachyphryniu griffithii 
Ubi Seratus 
Ubi sarik 
Ulam Raja Cosmos caudatus 
Ulat Bulu / Letup Kelambu Passiflora foetida 
Urang-Aring Eclipta alba 
Vanilla Vanilla planifolia 
Zodia